SMKS NU 5 Babat Perkuat Pembelajaran Perbankan Syariah lewat IHT Pembelajaran Mendalam

Babat, Lamongan — Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja, SMKS NU 5 Babat menyelenggarakan In House Training (IHT) Pembelajaran Mendalam bagi guru Program Keahlian Layanan Perbankan Syariah pada Senin, 8 Desember 2025 di aula sekolah. Kegiatan ini diikuti puluhan guru dan menjadi bagian dari implementasi Program SMK Pusat Keunggulan (PK) Skema Pembelajaran Mendalam Tahun 2025.

Kegiatan IHT diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh Kepala SMKS NU 5 Babat, Moh. Zaenal Arifin, S.Pd.I., M.Pd. Dalam sambutannya, kepala sekolah menegaskan pentingnya pembelajaran mendalam untuk menjawab tantangan dunia industri yang semakin dinamis, khususnya di sektor perbankan syariah dan keuangan digital.

Materi utama disampaikan oleh Bodi Santoso, S.Kom., S.T. dari BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata (BISPAR) yang menekankan bahwa peran guru harus bergeser dari sekadar penyampai materi menjadi fasilitator yang mendorong keterampilan abad 21, yaitu Critical Thinking, Communication, Collaboration, dan Creativity (4C). Guru diarahkan untuk merancang pembelajaran berbasis Project-Based Learning (PBL) yang autentik dan sesuai praktik industri.

Dalam sesi pelatihan, para guru tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mengikuti workshop penyusunan modul ajar dan lesson plan berbasis PBL. Tema yang dikembangkan berfokus pada simulasi transaksi perbankan syariah, seperti akad Wadiah (titipan) dan pembiayaan di lembaga keuangan mikro syariah (BMT). Setiap kelompok guru berhasil menyusun draf awal modul ajar yang siap disempurnakan dan diterapkan di kelas.

Selain itu, dibahas pula asesmen otentik yang mampu mengukur capaian 4C siswa secara nyata. Guru dikenalkan pada pemanfaatan aplikasi LUMI Education untuk menyusun dan melaksanakan penilaian proyek, sehingga evaluasi tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi pada proses berpikir, komunikasi, dan kerja tim siswa.

Diskusi yang berlangsung juga mengangkat berbagai tantangan, seperti keterbatasan sarana praktik perbankan syariah, kebutuhan bimbingan dalam penyusunan CP, TP, dan ATP, serta pentingnya keseragaman standar modul ajar berbasis industri. Para guru produktif dan narasumber sepakat bahwa pendampingan lanjutan sangat dibutuhkan agar implementasi pembelajaran mendalam berjalan optimal.

Kegiatan IHT ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh Kepala Sekolah, dilanjutkan dengan foto bersama sebagai dokumentasi. Sebagai tindak lanjut, sekolah menetapkan agenda penyempurnaan modul ajar, pendampingan lanjutan, dan monitoring implementasi di kelas, agar hasil IHT benar-benar berdampak pada kualitas pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, SMKS NU 5 Babat semakin meneguhkan posisinya sebagai SMK Pusat Keunggulan yang responsif terhadap kebutuhan industri. Pembelajaran yang lebih kontekstual, berbasis proyek, dan terintegrasi dengan nilai-nilai syariah diharapkan mampu mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja.

Kabar Sekolah Lainnya

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman