Babat, Lamongan — SMKS NU 5 Babat terus memperkuat kualitas pembelajaran berbasis dunia kerja melalui kegiatan Peningkatan Relevansi Pembelajaran dengan Menghadirkan Dunia Kerja untuk Mengajar di SMK yang dilaksanakan pada Sabtu, 13 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari Program SMK Pusat Keunggulan (PK) Skema Penguatan Pembelajaran Mendalam Tahun 2025 dan diikuti oleh seluruh siswa dari berbagai konsentrasi keahlian.
Sebanyak 216 siswa dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), serta Layanan Perbankan Syariah (LPS) mengikuti kegiatan pembelajaran khusus ini di ruang kelas masing-masing. Sekolah menghadirkan tiga guru tamu dari dunia kerja, yaitu praktisi dari PT Indo Bismar Surabaya dan BMT NU Kasiman Bojonegoro, untuk memberikan materi berbasis praktik industri.

Pada konsentrasi keahlian DKV dan TKJ, guru tamu dari PT Indo Bismar Surabaya memaparkan gambaran dunia kerja di bidang industri kreatif dan teknologi informasi. Siswa mendapatkan penjelasan mengenai persyaratan memasuki dunia kerja, pentingnya portofolio dan CV, etos kerja profesional, serta kompetensi teknis yang dibutuhkan industri. Siswa juga diajak memahami bagaimana keterampilan desain dan teknologi jaringan diterapkan secara nyata di lingkungan kerja.

Sementara itu, pada konsentrasi keahlian AKL dan LPS, guru tamu dari BMT NU Kasiman Bojonegoro memberikan materi mengenai pencatatan transaksi keuangan dan administrasi perbankan syariah. Siswa mempelajari proses pencatatan akuntansi, penggunaan dokumen sumber, serta pentingnya ketelitian, kejujuran, dan tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga wawasan nyata tentang budaya kerja, sikap profesional, dan tuntutan kompetensi di dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Antusiasme siswa terlihat tinggi karena mereka dapat berdialog langsung dengan praktisi yang berpengalaman di bidangnya.
Kepala SMKS NU 5 Babat menyampaikan bahwa program guru tamu ini merupakan strategi penting untuk menjembatani pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan menghadirkan praktisi industri ke dalam kelas, siswa diharapkan memiliki orientasi karier yang lebih jelas dan kesiapan kerja yang lebih matang sebelum lulus.
Sebagai tindak lanjut, SMKS NU 5 Babat akan mengintegrasikan masukan dari para guru tamu ke dalam modul ajar dan strategi pembelajaran, serta memperluas kerja sama dengan mitra industri melalui program guru tamu rutin, kunjungan industri, praktik kerja lapangan, dan penguatan Bursa Kerja Khusus (BKK).
Melalui langkah ini, SMKS NU 5 Babat semakin meneguhkan perannya sebagai SMK yang adaptif, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja, dalam rangka mencetak lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap bersaing di dunia industri.






